Wednesday, 9 October 2013

pengertian administrasi


Pengertian Manajemen
Istilah manajemen berasal dari kata management (Bahasa Inggris), berasal dari kata “to manage” yang artinya mengurus atau tata laksana. Sehingga manajemen dapat diartikan bagaimana cara mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi bawahannya agar usaha yang sedang dikerjakan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Banyak ahli yang memberikan definisi tentang manajemen, diantaranya:
1. Harold Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, “Manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain” (Dayat, n.d,p.6).
2. George R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of Management” memberikan definisi: “Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas
perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya” (Dayat, n.d,p.6).
3. Ensiclopedia of The Social Sciences
Manajemen diartikan sebagai proses pelaksanaan suatu tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diarvasi.
4. Mary Parker Follet
Manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
5. Thomas H. Nelson
Manajemen perusahaan adalah ilmu dan seni memadukan ide-ide, fasilitas, proses, bahan dan orang-orang untuk menghasilkan barang atau
jasa yang bermanfaat dan menjualnya dengan menguntungkan.
6. G.R. Terri,
Manajemen diartikan sebagai proses yang khas yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan usaha mencapai sasaran-sasaran dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
7. James A. F. Stoner
Manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
8. Oei Liang Lie
Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan
sumber daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Prinsip manajemen adalah dasar-dasar atau pedoman kerja yang bersifat pokok yang tidak boleh diabaikan oleh setiap manajer/pimpinan. Dalam prakteknya harus diusahakan agar prinsip-prinsip manajemen ini hendaknya tidak kaku, melainkan harus luwes, yaitu bisa saja diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Prinsip-prinsip manajemen terdiri atas :
1. Pembagian kerja yang berimbang
Dalam membagi-bagikan tugas dan jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer hendaknya bersifat adil, yaitu harus bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang.
2. Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas dan jelas Setiap kerabat kerja atau karyawan hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan secara langsung.
3. Disiplin
Disiplin adalah kesedian untuk melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan rencana, peraturan dan waktu (waktu kerja) yang telah ditetapkan.
4. Kesatuan perintah
Setiap karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung (mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari beberapa orang yang sama-sama merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja tersebut.
5. Kesatuan arah
Kegiatan hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan satu pimpinan).

Jika prinsip ini tidak dilaksanakan maka akan timbul perpecahan diantara para kerabat kerja/karyawan. Karena ada yang diberi tugas yang banyak dan ada pula yang sedikit, padahal mereka memiliki kemampuan yang sama (Dayat,n.d,pp.7-9).
manajemen adalah proses pencapaian tujuan melalui kerja orang lain. Dengan demikian berarti dalam manajemen terdapat minimal 4 (empat) ciri, yaitu:
1. Ada tujuan yang hendak dicapai
2. Ada pemimpin (atasan)
3. Ada yang dipimpin (bawahan)
4. Ada kerja sama.

Fungsi dan Tujuan Manajemen
Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan tergantung dari manajemennya. Pekerjaan itu akan berhasil apabila manajemennya baik dan teratur, dimana manajemen itu sendiri merupakan suatu perangkat dengan melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait. Maksudnya adalah serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan atau pekerjaan sampai akhir tercapainya tujuan kegiatan atau pekerjaan.
Pembagian fungsi manajemen menurut beberapa ahli manajemen, di antaranya yaitu :
1. Menurut Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam “Management Principles and Management”, fungsi manajemen terbagi menjadi :
• Perencanaan (Planning).
• Pengorganisasian (Organizing).
• Pengawasan (Controlling).
2. Menurut George R. Ferry (1990) dalam “Principles of Management”, proses manajemen terbagi menjadi :
• Perencanaan (Planning).
• Pengorganisasian (Organizing).
• Pengawasan (Controlling).
• Pelaksanaan (Activating).
3. Menurut H. Koontz dan O’Donnel (1991) dalam “The Principles of Management”, proses dan fungsi manajemen terbagi menjadi :
• Perencanaan (Planning).
• Pengorganisasian (Organizing).
• Pengawasan (Controlling).
• Pengarahan (Directing).

Fungsi - Fungsi manajemen :

l) Fungsi perencanaan
Pada hakekatrya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan-kegiatan/tindakan-tindakan ekonomis dan efektif pada waktu yang akan datang. Pross ini memerlukan pemikiran tentmg apa yang perlu dikerjakan, bagaimana dan di mana suatu kegiatan perlu dilakukan serta siapa yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya.
2) Fungsi pengorganisasian
Fungsi Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses menciptakan hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, personalia dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan disatukan dan diarahkan pada pencapaian tujuan bersama.
3)Fungsi pengarahan
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan agar betul-betul dilaksanakan. Oleh karena tindakan-tindakan itu dilakukan oleh orang, maka pengarahan meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut.
4)Fungsi pengkoordinasi
Suatu usaha yang terkoordinir ialah di mana kegiatan karyawan itu harmonis. terarah dan diintergrasikan menuju tujuan-tujuan bersama. Koordinasi dengan demikian sangat diperlukan dalam organisasi agar diperoleh kesatuan bertindak dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
5)Fungsi pengawasan
Fungsi pengawasan pada hakekatnya mengatur apakah kegiatan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam rencana. Sehingga pengawasan membawa kita pada fungsi perencanaan. Makin jelas. lengkap serta terkoordinir rencana-rencana makin lengkap pula pengawasan.
Labels: Manajemen
mmm.jpg

Segala puji kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan dalam setap kegiatan organisasinya, baik erencanaan produksi, perencanaan rekrutmen karyawan baru, program penjualan produk baru, maupun perencanaan anggarannya. Perencanaan (planning) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya. Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai sebelum melakukan prosesproses perencanaan.
Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan. Perencanaan diperlukan dalam jenis kegiatan baik itu kegiatan oranisasi, perusahaan maupun kegiatan di masyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam

manajemen


A.      PENGERTIAN PERENCANAAN DALAM ORGANISASI
Pengertian Perencanaan (planning)
Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Sebagaimana disampaikan oleh Louise E. Boone dan David L. Kurtz (1984) bahwa:planning may be defined as the proses by which manager set objective, asses the future, and develop course of action designed to accomplish these objective.Sedangkan T. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa : “ Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini.”
1. Batasan Perencanaan
Menurut Newman perencanaan (planning) is deciding in advance what is to be done. Sedangkan menurut A.Allen planning is the determination of a course of action to achieve a desired result. Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa ( what ) siapa ( Who ) kapan (When) dimana ( When ) mengapa ( why ) dan bagaimana ( How ) jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan serta program-program yang dilakukan.
2. Unsur Perencanaan
1.  Tindakan apa yang harus dikerjakan
2. Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan
3. Dimana tindakan tersebut dilakukan
4. Kapan tindakan tersebut dilakukan
5. Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut
6. Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut.
3. Proses Pembuatan Rencana
1. Menetapkan tugas dan tujuan Antara tugas dan tujuan tidak dapat dipisahkan, suatu rencana tidak dapat difrmulir tanpa ditetapkan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas dan tujuannya. Tugas diartikan sebagai apa yang harus dilakukan, sedang tujuan yaitu suatu atau nilai yang akan diperoleh.
2. Observasi dan analisa Menentukan factor-faktor apa yang dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan (Observasi) bila sudah diketahui dan terkumpul, maka dilakukan analisa terhadapnya untuk ditentukan mana yang digunakan.
3. Mengadakan kemungkinan-kemungkinan Faktor yang tersedia memberikan perencanaan membuat beberapa kemungkinan dalam pencapaian tujuan. Dimana kemungkinan yang telah diperoleh dapat diurut atas dasar tertentu, misalnya lamanya penyelesian, besarbya biaya yang dibutuhkan efisiensi dan efektivitas dan lain sebagainya.
4. Membuat sintesa Sintesa yaitu alternatif yang akan dipilih dari kemungkinan-kemungkinan yang ada dengan cara mengawinkan sitesa dari kemungkinan-kemungkinan tersebut. Kemungkinan-kemungkinan yang ada mempunyai kelemahan-kelemahan.
4. Siapa Saja Yang Membuat Rencana
1. Panitia Perencanaan Panitia ini terdiri dari beberapa unsure yang mewakili beberapa pihak, yang masing-masing membawakan misinya untuk menghasilkan suatu rencana, dengan harapan rencana yang dibuat akan lebih baik.
2. Bagian Perencanaan Seringkali tugas perencanaan, merupakan tugas rutin dalam suatu organisasi atau perusahaan. Ini merupakan satu unit dalam suatu organisasi yang bertugas khusus membuat rencana. Jadi disini tidak ada unsur perwakilan yang mewakili suatu bagian dalam organisasi.
3. Tenaga Staf Pada sebuah organisasi atau perusahaan ada dua kelompok fungsional yaitu : Pelaksana, tidak disamakan dengan pimpinan yaitu kelompok yang langsung menangani pekerjaan – Staf (pemikir) yaitu kelompok yang tidak secara langsung menghasilkan barang atau produk perusahaan, tugasnya menganalisa fakta-fakta untuk kemudian merencanakan sesuatu guna.

5. Bentuk-bentuk Perencanaan
1. Recana Global (Global Plan)
Analisa penyusunan recana global terdiri atas: – Strenght yaitu kekuatan yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan – Weaknesses, memperhatikan kelemahan yang dimiliki organisasi yang bersangkutan. – Opportunity yaitu kesempatan terbuka yang dimiliki oleh organisasi – Treath yaitu tekanan dan hambatan yang dihadapi organisasi.
2. Rencana Stategik (Strategic Plan)
 Bagian dari rencana global yang lebih terperinci. Dimana dengan menyusun kerangka kerja yang akan dilakukan untuk mencapai rencana global, dimensi waktunya adalang jangka panjang. Dalam pencapaiannya dilakukan dengan system prioritas. Mana yang akan dicapai terlebih dahulu. Merupakan proses prencanaan jangka panjang yang tersusun dan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.Tiga alasan penggunaan perencanaan dalam strategi ini yaitu:
1.      Memberikan kerangka dasar bagi perencanaan lainnya yang akan dilakukan.
2.      Mempermudah pemahaman bentuk-bentuk perencanaan lainnya.
3.      Titik permulaan pemahaman dan penilaian kegiatan manajer dan organisasi

3. Rencana Operasional ( Operational Plan )
Rencana ini meliputi perencanaan terhadap kegiatan-kegiatan operasional dan bersifat jangka pendek. – Rencana sekali pakai ( single use plan ) yaitu kegiatan yang tidak digunakan lagi setelah tercapainya tujuan dan ini sifatnya lebih terperinci hanya sekali pakai, misalnya rencana pembelian dan pemasangan mesin komputer dalam suatu perusahaan.

4. Rencana Tetap ( Standing Plan ) yaitu berupa pendekatan-pendekatan standar untuk penanganan-penanganan situasi yang dapat diperkirakan terlebih dahulu dan akan terjadi berulang-ulang.


IMG-20121118-00015.jpg

pedoman ilmu filsafat


MEMBINA MENTAL SECARA ROHANI DAN SPRITUAL
Melalui pedoman hidup tenang........
  DSC01455.jpg

Apa yang dimaksud denagn hidup tenang???
Hidup  tenang dapat didefenisikan sebagai suatu kondisi dimana, seseorang:
a.       Tidak tenang, emosional mrasa tentram, mudah mengucap syukur kepada Tuhan, dan tidak mengeluh terhadap apapun, tidak tertekan terhadap lingkungan maupun keluarga, juga sekitar.
b.       Terjamin rezeki minimal untuk mempertahankan eksisitensi diri (kelangsungan hidup).
c.        Sanggup menyesuaikan diri dengan kemampuan dan kesanggupan serta lingkungan.
d.       Tidak merasa kuatir terhadap apapun tangan mulah Yesus kuh yang menopang, menjaga ku senantiasa.
Bagaimana cara mencapai hidup tenang?
1.       Menjalankan dak (Damai, amal, kaya)
Damai agar tidak menambah dosa dan menjadi berkat buat diamana anda berada....
Damai kedalam: jangan iri, dendam, dengki, benci, berprasangka buruk dan berlakaitan dengan hal-hal yang negatif segeralah jauhi.

Damai keluar : jangan menyinggung, menyakiti menghina, merugikan, dan berbuat hal-hal yang merugikan terhadap orang lain dan yang tak disukai orang lain.
Amal untuk mengurangi dosa
a.       Berbuat atau bertindak untuk membuat/memberikan pertolongan, nasehat, kepuasaan, kegembiraan, kesenangan, kepada orang lain, tanpa mengharapkan imbalan.
b.       Berusaha atau mengecilkan mengindarkan, menjauhkan, ataupun memusnahkan segala sesuatu yang sangat membahayakan sesama manusia.
Kaya: usaha untuk mempertahankan diri sendiri.
Berguna untuk diri sendiri atau berguna buat banyak orang lain dalam hal mendapatkan nafkah untuk kebutuhan/ mempertahankan kelangsungan hidup.
2.       Tidak membesar-besarkan hak dan gengsi
Apa yang dimaksud ras ahak dan gengsi (yang berlebihan)?????
Rasa hak yang berlebihan:
Mengutamakan mengejar materi, selalu ingin memperoleh lebih banyak daripada ornag lain, bisa dikatakan dalam mengumpulkan serakah dalam mengumpulkan harta kekayaan, dan lain-lain.
Rasa gengsi (yang berlebihan):
Mengejar status, ingin dihormati, ingin diaanggap hebat, ingin dikagumi, disayangi dan lain-lain.


Akibat rasa hak dan gengsi yang berlebihan:
Rasa hak dan gengsi yang berlebihan akan membuat orang merasa kehilangan kasih persaudaraan dan kasih sayang terhadap sesama manusia, contoh:
a.       Berebut bernafsu memburu harta, merasa dirinya paling berhak.
b.       Memilih hidup kaya raya dengan cara menipu daripada hidup sederhana.
c.        Siap untuk berkonfrontasi dengan siapa pun yang dikiranya akan menghambat apa yang ingin dicapainya.
d.       Bersedia/ tidak ragu untuk melakukan hal-hal yang melanggar aturan asalkan dapat memppertahankan statusnya.
Dan lain-lain..............

3.       Hidup selaras (harmonis)
Dalam hal rezeki / kesehatan / kerukunan / keselamatan /
Rezeki terjamin:
Terjamin rezeki tidak kekurangan dalam hal memenuhi kebutuhan hidup. Minimal untuk mempertahankan kelangsungan hidup.
Kesehatan terjamin maksudnya:
a.       Tidak banyak tidak ada gangguan kesehatan yang tidak wajar.
b.       Ada saja pertolongan (jalan keluar) dalam hal memelihara kesehatan.
c.        Penuaan (menjadi tua) sel-sel perlahan-lahan dan merata menyeluruh sesuai dengan perkembangan/ pertumbuhan umur.
d.       Fisik dan psikis (kekuatan tubuh dan pikiran ,mental seimbang jalannya.
e.        Umur relatif panjang ditangan kananannya akan diberkati sama Tuhan Yesus yang menyertai dan jangan lupa akan kebaikannya dalam hidup kita sehari-hari.

Selalamat didunia dan selamat diakherat nanti...
a.       Naluri, firasat, perasaan (feeling) meningkat.
b.       Banyak terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Seseorang yang terlalu berlebihan dalam mencari rezeki, apabila diluar kesanggupan, & kemampuan, dan atau tidak menyesuaikan diri dengan lingkunngan, maka akan mengganggu ketiga faktor diatas laiinnya. (kesehatan, lingkungan, kerukukunan)>>>>

Akhirnya kalo tidak jarang orang tersebut menghadapi ketegangan seperti contoh sebagai berikut:
1.        Bekerja dengan gigih mengahasilakn cukup uang, tetapi kesehatan mundur, sebab tegang dan / atau melampaui batas kemampuan fisiknya.
2.       Bekerja / berusaha dengan hasil memuaskan tetepi hilang kerukunan keluarga sebab terlalu sibuk sehingga jarang dirumah.
3.       Ikut dalam suatu usaha untuk mendapatkan keuntungan yang sangat besar, padahal usaha tersebut mempunyai resiko sangat tinggi yang dapat mengamcam keselamatannya.
4.       Dan masih banyak contoh hal lain..




Kaya raya tidak dilarang, asalkan usaha yang dilakukan tidak mengabaikan kesehatan, kerukunan dan keselamatan.

5.       Meningkatkan 7 kedewasaan :
a.       Dewasa fisik: sehat tubuh dan pikiran
b.       Dewasa otak : Memperbanyak ilmu pengetahuan
c.        Dwasa pikiran: dapat melakukan / melaksanakan dengan baik apa yang diketahui sebagai ilmu pengetahuan dan pengalaman.
d.       Dewasa rasa: dapat mengukur perasaan orang lain sebelum kita berbuat sesuatu
e.        Dewasa masyarakat: dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana saja kita berada
f.        Dewasa pemimpin: dalam jabatan, fungsi atau kedudukan dinilai oleh atasan, kawan setingkat, bawahan, dan umum sebagai orang yang bijaksana dan penuh tanggung jawab terhadap perbuatan kita.
g.       Dewasa orang tua: sadar dan yakin bahwa dirinya turut bertanggung jawab atas generasi sekarng & dan mendatang serta ikhlas dan bersedia berbagi pengalaman maupun petunjuk yang baik kepada siapa saja yang mau .

Dalam pembawaan diri kita sehari-hari kita harus tingkatkan kedewasaan ini dimana kedewasaan yang utama adalah dewasa rasa.
6.       Meningkatkan firasat
Firasat adalah kemampuan menerima informasi “abstrak” bimbingan oleh Roh Kudus yang turu dari Tuhan, dan dalam diri yang pembawaanya berbagai faedah dalam hidup kita.

-          Membantu meningkatkan dewasa
-          Terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan (selamat)
-          Mengambil langkah-langkah menuju arah yang lebih ,enguntungkan.
-          Bisa mengetahui lebih dahulu hal-hal yang akan terjadi
-          Bisa memberi peringatan kepada orang lain agar terhindar dari kesulitan
-          Memberi petunjuk pada orang lain untuk mengambil langkah yang lebih baik
-          Dan banyak hal lain dorongan yang bersifat positif untuk kita lakukan



Firasat adalah yang menentukan, menjadi pendorong menemui keberhasilan / keselamatan.

Barang siapa yang dalam hidupnya selalu, setiap saat dan setrusnya mengukur perasaan orang lain (dewasa rasa) sebelum bertindak atau berbuat apapun, dan menyesuaikan diri untuk mempertahanlan damai, amal, dan karya. Ia pasti  akan mencapai suatu perkembangan dalam peningkatan yaitu kemampuan untuk merasakan / mendengarkan bimbingan Roh.

Bagaimana cara meningkatkan Dewasa rasa
·         Tiap malam sebelum tidur, disamping berdoa sesuai agama Keyakinan sendiri, perlu meningkatkan hal-hal sebagai berikut:
-          Setiap pagi sampai sekarang sudah brapa kali saya menggangu damai kedalam, dan damai keluar???? (instropeksi diri )
-          Sejak mulai subuh samapi laryt malem brapa kali saya membantu / menolong orang lain.???(mensyukuri kebaikan Tuhan dan orang lain juga).
·         Tiap malem melowongkan waktu atau beberapa menit untuk berdoa dan bersyukur kepada Tuhan.
1.       Semoga pekerjaanku hari ini bisa membawa berkat buat orang lain, diberkatilah mereka yang ada disekitarku dan juga di mana saja Tuhan tempatkan saya. Dan saya bisa menjadi panutan buat banyak orang lain, amin.
2.       Semoga orang tuaku sehat selalu, dan aku bisa membahagiakan mereka sblum Tuhan memanggil mreka, dan aku bisa jadi berkat buat keluargaku yang jauh dari aku berkatilah Tuhan pekerjaan mereka, ada panjang umur, bri kesehatan dan ketabahan dalam menghadapi kehidupan yang fana ini.
3.       Berkatilah temen-teman seperjuangankuh saudarakuh, keluarga, bangsakuh, negerikuh, dan semuanya Tuhan yang dekat dengan akuh apapun pergumulan mereka serta cita-cita mereka saya serahkan semuanya kedalam tanganMu ya Bapakuh, Tuhan Yesus trimakasih.
4.       Bertrimakasih buat hari-hari yang indah Tuhan brikan buatt saya, saya hanya bisa berpengharapan padaMu Bapa, berkatilah hidupkuh, cita-citakuh serta impian kesehatanku, dan juga rezeki ku,saya serahkan kedalam tanganMu, brilah hambamu ini hikmat serta pengetahuan dan kebijaksanaan supaya akuh bisa berguna buat nusa dan bangsakuh ini Bapa.
5.       Ampunilah akuh ya Tuhan, akuh sering melanggar perintahMu dan juga kadang lupa akan Engkau, ampunilah akuh Tuhan akan kesalahanku, kiranya Tuhan memulihkan hidupku sehari-hari trimakasih Tuhan amin.



*. Sesaat sebelum atau sesudah makan dalam hati memikirkan 3 hal sebagai berikut:
. mudah-mudahan tiap ornag didunai ini dapat menikmati sekurang-kuranngnya seperti apa yang saya makan sekarang, (meningkatkan rasa cinta / kasih sayang terhadap sesama manusia).
. Dari hidangan ini saya dapat tenaga dan energi, untuk itu saya berterimakasih buat Tuhan Yesus dan kepada semua orang yang telah rela mengorbankan waktu&dan tenaga untuk mempersiapkan hidangan ini. (menghargai hasil karya orang lain).
Apabila petunjuk diatas dilakukan minimun 1x setiap hari, maka lambat laun akan meningkatkan cinta rasa kasih memperbaiki diri kita menjadi pribadi yang lebih perduli pada kepentingan pribadi.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN


Pada umumnya seseorang sudah merasa orang yang beriman dan saleh, karena rajin berdoa, dan beribadah kepada Tuhan, berikut adalah beberapa pertanyaan untuk penilaian diri:
1.       Apakah akuh cukup berbobot untuk menerima firasat yang tepat dalam hal:
·         Mencari rezeki??
·         Memelihara kesehatan?
·         Menghindarkan dari gangguan kerukunan?
·         Mengindari hal-hal yang mengganggu kesehatn?
2.       Dalam hal apa akuh perlu meningkatkan mawas diri?
3.       Apakah aku sudah ikhlas menerima pergumulan tanpa mengeluh?
4.       Apakah yang aku tinggalkan bermanfaat bagi umat manusia pada umumnya jika aku mati nanti?
5.       Apakah aku sudah siap menghadapi saat kematian kelak?
                                                                                                 



Pertanyaan-pertanyaan pada diri sendiri harus dijawab sendiri, sehingga lebih mengenal pribadi sendiri, khususnya mengenai kekurangan yang perlu diperhatikan diatas!!!!!!!
Semoga pedoman Hidup tenang ini bisa bermanfaat buat kita semua, dan meningkatkan rasa toleransi kita untuk lebih rukun damai, tenang, dan lebih menekankan pada perilaku yang lebih baik dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari seperti yang dianjurkan diatas dan seperti yang dianjurkan dalam setiap agama kita masing-masing.
Akhir kata saya Dewi putri sihite, mengucapkan terimakasih dan yang pasti Tuhan menyertai kita semuanya amin.............
DSC01455.jpg